A mobile app that provides last-mile emergency response to the public.

Versi Terbaru

Versi
Memperbarui
11 Jul 2024
Developer
Kategori
Google Play ID
Instal
10.000+

App APKs

MyResQ APP

Henti jantung di luar rumah sakit (OHCA) adalah masalah kesehatan masyarakat global utama, dengan jutaan orang meninggal karena serangan jantung mendadak setiap tahun. Data di seluruh dunia menunjukkan bahwa 68,8% OHCA terjadi di rumah dan sekitar 15% di tempat kerja. Lebih dari separuh OHCA terjadi tanpa saksi, dan di Malaysia, hanya 22,6% populasi yang menerima resusitasi kardiopulmoner pengamat.

Studi Hasil Resusitasi Pan-Asia (PAROS) telah melaporkan bahwa di Malaysia, waktu rata-rata panggilan ke 999 setelah penangkapan adalah 19,0 menit dan waktu rata-rata untuk layanan medis darurat (EMS) tiba di tempat kejadian adalah 17,4 menit.

Menurut American Heart Association (AHA), tingkat kelangsungan hidup OHCA adalah 10-12%, sementara registri PAROS telah mengamati bahwa tingkat kelangsungan hidup dari OHCA di Malaysia rendah yaitu 1,6% dibandingkan dengan Korea sebesar 9,8%.

Ketika seseorang mengalami henti jantung, jantungnya benar-benar berhenti berdetak. Peluang mereka untuk bertahan hidup dengan fungsi neurologis yang utuh meningkat jika para pengamat memberikan resusitasi kardiopulmoner (CPR) segera. Tingkat kelangsungan hidup 30 hari adalah 10,5% saat CPR dilakukan sebelum kedatangan EMS dibandingkan 4,0% saat CPR tidak dilakukan sebelum kedatangan EMS.

Perawatan utama OHCA adalah 'rantai kelangsungan hidup', yang terdiri dari pengenalan dini, CPR segera, defibrilasi cepat, intervensi EMS dasar dan lanjutan, dan perawatan pasca resusitasi.

MyResQ dipimpin oleh tim dokter dan dokter darurat berpengalaman yang bertekad untuk membantu mengurangi statistik kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh serangan jantung.

Tim kami berupaya memperjuangkan penyebab ini yang dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa. Kami telah memulai pendekatan baru melalui teknologi aplikasi seluler untuk mengaktifkan penyelamat terdekat untuk mengurangi durasi tanggap darurat.
Baca selengkapnya

Iklan